September 1, 2008 at 6:18 am (Uncategorized)

SEPUTAR BUMI GORA

Investasi Emmar Properties dan Akses Bandara Internasional Lombok

 

            Bandara Internasional Lombok merupakan bandara internasional terbesar di Indonesia yang saat ini pada tahap pembangunan di daerah Lombok Tengah NTB, adapun Emaar Properties yaitu investor asal Dubai Uni Emirat Arab merupakan investor terbesar dalam pengembangan kawasan Lombok Tengah bagian selatan tidak tanggung-tanggung pada tahap awal Emaar Properties menginvestasikan 20 triliun rupiah jumlah yang sangat fantastis, Emaar Properties akan memulai pembangunan fisiknya dikawasan resort mandalika kuta Lombok Tengah, kemudian Ritz Hotel, Giorgio Armani dan lapangan golf  selain itu pada tahap pembangunan berikutnya Emaar Properties berencana mengembangkan lokasi wisata Marina dikawasan tersebut termasuk pembangunan kawasan konservasi di areal seluas 8.000 hektar, namun untuk pembangunan lokasi wisata harus dilakukan evaluasi dan sosialisasi ke masyarakat. Pembangunan-pembangunan resot, hotel dan kawasan wisata di Lombok Tengah bagian Selatan ini penting untuk menunjang keberadaan Bandara Internasional Lombok, diharapkan daerah wisata Lombok Tengah menjadi semakin maju dan ramai melihat potensi alam yang dimiliki daerah ini sangat potensial.

            Bandara Internasional Lombok (BIL) sendiri sejak dikerjakan mulai 2007 tahun lalu kini sudah merampungkan 6 km jalan. Kondisi jalan yang telah rampung ini telah dilengkapi dengan drainase dan trotoar. Rencananya jalan akan dibangun dengan dua jalur. Masing-masing jalur selebar 7 meter, dengan trotoar dan pembatas pinggir jalan selebar dua meter masing-masing sisi. Untuk pembangunan sementara difokuskan pada pembanguna dua ruas jalan sebesar 7 meter ini, termasuk ruas dari BIL ke pantai Kuta hingga nantinya pada saaat arus wisata kekawasan meningkat akan dibangun dua jalur tambahan dengan spesifikasi sama. Dengan jalan lebar 7 mter ini akan dapat menampung 2.000 kendaraan tiap jam dan diperkirakan tahun 2009 jalan akses ini sudah bisa digunakan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TAUKAH KAMU ?

September 1, 2008 at 5:38 am (Uncategorized)

PARENTING SESUAI GOLONGAN DARAH

     Sebuah penelitian di Jepang menemukan, bahwa karakter anak dapat diketahui lewat golongan darah.

           

Gol. Darah

Sifat Dan Kebiasaan

A

 

B

C

 

D

Terorganisir, konsisten, jiwa kerja sama tinggi tapi selalu cemas karena selalu ingin sempurna

Santai,easy going, bebas dan paling menikmati hidup

Berjiwa besar, supel, tidak mau mengalah dan alergi pada detail

Unik, nyeleneh, banyak akal, dan berkpribadian ganda

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

RENUNGAN

September 1, 2008 at 5:34 am (Uncategorized)

RENUNGAN

Dua Manusia Super

Sumber: Paras

    Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus,kumal, berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyebrangan. Dua sosok kecil ini kira-kira berumur 8 tahun, mereka menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang, mereka menawarkan dagangan di ujung jembatan. Dengan keangkuhan penduduk Jakarta, saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum, justru dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terimakasih, Om!” Saya masih tidak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

            Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seseorang laki-laki lain dan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya. Lagi-lagi, sayup-sayup saya mendengar ucapan terimakasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam temapat stock tissue dagangan mereka tetap terongok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

            Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita. Senyum terlihat diwajah mereka , seseolah memecah mendung yang sedang menngayut langit Jakarta.

            Terima kasih ya mbak…semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka. Tak lama Si wanita itupun merogoh tasnya mengeluarkan selembar uang sepuluh ribuan.” Maaf nggak ada kembaliannya…ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak 4 meter.

            “ Om, boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” Suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terenyah saya merogoh saku celana dan hanya menemukan sisa uang kembalian Food Court sebesar empat ribu rupiah. “ Nggak punya!” Tukas saya. Tak lama Si wanita berkata ambil saja kembaliaannya, Dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnyakearah ujung sebelah timur.

            Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkan ke genggaman tangan saya yang masih tetap terhenti, kemudian iapun mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berterika ia bilang, “Sudah buat kamu saja, nggak apa-apa, ambil saja”Namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. ‘maaf mbak, Cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan!” Akhirnya uang itu diterima Si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggalah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu rupiah di genggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “ Om, bisa tunggu nggak? Saya kebawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek. “ Eh, nggak usah……nggak usah…biar aja nih….!” Saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya, tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju kekumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikannya oleh anak yang satunya, “nanti dulu Om, biar ditukar dulu,…sebentar kok.” Nggak apa-apa itu buat kalian”, lajut saya. “Jangan…jangan Om, itu uang Om sama uang mbak yang tadi juga, “anak itu bersikeras. “sudah………. saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas!” saya berusaha cepat berlalu, namun sekali lagi ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan, berteriak memanggil temannya, untuk segera cepat. Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya. “ini deh Om, kalau kelamaan, maaf …” ia memberi saya delapan pak tissue. “Buat apa? “saya terbengong. “Habis teman saya lama sih Om,, maaf tukar pakai tissue saja dulu.”

            Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul diwajahnya. Saya kalah set. Ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung  disana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.

            “ Terima kasih Om! Mereka kembali keujung jembatan, sayup-sayup terdengar percakapan, Duit mbak tadi gimana…?” suara kecil yang lain menyahut, “ Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin…” Percakapan itu sayup-sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.

            Tuhan…

            Hari ini saya belajar dari dua manusia super. Kekuatan kepribadian mereka menaklukkan Jakarta membuat saya terenyuh, mereka berbalut baju lusuh, tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutera. Mereka tahu hak mereka dan hak oranga lain, mereka berusaha tak meminta-minta melainkan dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang belum balig tapi memiliki kemuliaan di umur mereka yang masih belia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Agustus 6, 2008 at 6:56 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.